Minggu, 03 Mei 2026

Jika semakin dekat dan sangat dekat maka dunia tak lagi jadi arah mu

 Begitulah hidup, dunia bukan tempat untuk menetap hanya tempat singgah sebentar lalu kita pergi lagi jaub dan akan sangat jauh, entah sampai dimana akhirnya hanya pemilik hidup dan alam serta isinya yang maha tahu.

Kadang mengeluh, merasa kalah, bersedih dan bahkan sampai merasa lelah untuk menangis menjadi penghakiman akhir pada diri kita.

Padahal bukan itu makna hidup, hidup ialah berikhtiar berdoa dan tawakkal alallah, merupakan rotasi yang teramat baik dan menyenangkan.

Sebab bilamana hal itu kita lakukan maka kita akan rasakan lapangnya pintu menuju sinar kebajikan dan ringannya langkah kaki menyusuri jalan terjal bebatuan.

Hanya atas pertolongannya kita akan mampu menikmati setiap rasa yang timbul, entah itu rasa pahit, perih, pedih, senang dan bahagia tak terhingga hanya akan menjadi penghias hidup semata.

Jangan pernah jauh darinya sebab ia (Allah) maha pencemburu, ia telah menjamin kita dalam bangun dan tidur kita, tapi kadang kita lebih meluaskan hati untuk sempit dan terhimpit pada urusan dunia, sampai kita mengaharap dari yang hidup dan yang akan mati, benar bila itu terjadi maka kita akan kecewa sekecewa mungkin.

Pasti datang

 Raga begitulah kau tampak dalam siang dan malam, bersolek begitu indah untuk engkau persembahkan pada setiap pasang mata yang terpapas dengannya.

Kadang kau datang dan pergi begitu arogan sehingga membuat ternobat sebagai arogan, dan kadang kau datang dan pergi dengan sanjungan tak terhingga.

Raga iya kau tetaplah raga yang kelak akan tiada lagi harga sebab perginya jiwa yang tak lagi mau bersama seperti sediakala.

Kau akan tertimbun dalam tanah tak akan lagi mampu bersolek dan bercengkrama dengan ragam risalah yang kadang beristilah dan kadang pula tanpa risalah. 

Raga selamatlah di alam sana tenanglah dalam rengkuhan adidaya yang akan meminta pertangung jawabanmu saat engkau berakhir dari fatamorgana yang fana.

Dalam lembaran rasa tak berakhir

 Khouf, kini aku dalam renung malam sendiri menatap langit dengan hiasan gemintang, sunyi menjadi saksi dan hembus angin sebagai singgasana pengantar tanya pada sang pencipta yang ruh dan jiwa kita ada dalam gengamannya.

Khouf, dimana kah kita akan melabuhkan sekoci kecil yang sedang diombang ambing oleh gemuruh ombak, yang membuat samudra merasa iba pada bingung dan deru munajat kita dalam persimpangan rasa.

Kita.........kita.....dan kita yang telah menyambung rasa seolah karsa sampai binasa untuk merengkuh asa. Kini hanya bisa beradu rasa dalam tanya. tapi tak pernah nyata sampai kasat mata kini memburam tak mampu mengenal warna dan rasa.

Khouf masihkah sabar akan menjadi bingkisan pahala, masihkan rindu akan menjadi pembuka pintu syurga, saat kita begitu sangat dahaga untuk berjumpa dalam perjumpaan ihklas saling merengkuh cinta yang begitu agung dan adil.

Oh khouf semoga damai malam ini bisa menjadi terompa dalam langkah kita menyusuri jalan cinta yang berkerikil, menjadi obat luka pada setiap goresan kata yang menghujam gendang telinga dan semoga damai malam itu bisa menjadi tasbih dan tahmid dalam relung hati yang senantiasa meronta untuk mengukuhkan singgasana romantika costmos.

Rabu, 25 Juni 2025

Kebaikan tak butuh pembelaan

 Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak dapat dibedakan bila terlalu menyatu pada pekerjaan yang seolah akan menghapus rasa dahaga, padahal tidak. Jelas bila kita dahaga pada dunia maka kita ibarat minum air laut, semakin diminum maka akan semakin haus dan terus haus, sedang aku begitu asyik dengannya dan hanya sadar pembeda itu hanyalah sinar terang bias dari matahari.

Begitulah hubbud dun'nya, cinta begitu cintatanya pada dunia akan menimbulkan rasa lelah lalu menyesal, saat ia sadar datangnya sakit, sakit yang membutuhkan perawatan yang begitu intensif, yang begitu banyak harus meluangkan waktu agar beristirahat total, dengan ditemani berbagai merk obat dengan harha yang berfariasi, mulai dari obat warung klontong sampai obat-obat resep dokter ternama yang tentu harganya begitu mahal seolah sekali minum akan sembuh saat iti juga, padahal tidak sembuh bukan karena obat sebab obat hanyalah perantara untuk membantu pikiran agar berfokus bahwa hanya Allah lah yang memiliki keuasaan mutlak untuk menentukan hidup dan matinya setiap mahluk.

Maka begitu menyesalnya aku ketika saat sehat begitu fokus pada pekerjaan dunia, abai atas kewajiban yang akan jadi penenang saat sakit dan perisai saat kematian dan tiba di dalam kubur. Sedang itu aku tak sempat menyisihkan laba dari pengejaran ku pada dunia untuk bersedekah, berinfak dan menabur kan pada benih-benih amal jariyah.

Semua hanya di timbun dalam kartu tipis yang disebut ATM, di dalam dompet takut butuh makan dan haus saat di jalan, dan di kantong celana takut ada acara hura-hura yang butuh menunjukkan entitas bahwa ia telah menjadi bagian dari orang yang sukses materi. 

Kalaupun ia ingin berbagi kata lain bersedekah maka ia sulit melakukan kecuali pada saat camera pengintai hidup yang tujuannya untuk memberikan kabar bahwa ia adalah orang baik, murah hati, murah harta lalu mendapatkan julukan sebagai seseorang yang begitu dermawan dan menawan, tidak salah tapi tidak mutlak benar, tapi ada takaran baiknya bila memang ada bersit hati ingin tulus maka islam mengajarkan sebisa mungkin ketika tangan kanan memberi maka sebisa mungkin tidak mngetahui pekerjaan baik tangan kanan, baiknya sedekah (pemberian) dalam benni khofi/syir. 

Selasa, 15 April 2025

Dimana kau saat ini?


 Pergi saja jika kau tak mampu memenuhi apa yang aku inginkan. Iya aku ungkap ini karena kau telah berjanji, janji yang begitu berapi-api.

Tidak kau sampaikan di tanah lapang tapi kau sampai berkhutbah diatas mimbar, berkata dengan gagah bahwa kau akan selalu memenuhi apa yang kau harapkan, apalagi sampai meminta.

Sejahtera, berkeadilan dengan landasan kesetaraan hak. Tapi nyatanya kau kebingungan sendiri hari ini, bahkan seolah kau lupa sampai-sampai terlihat lagak ingin berusaha melupakan.

Ah.........aku jelita hanya menarik nafas dalam-dalam saat melihat mu berkelibat bak bayang-bayang di tengah gelapnya malam.

Kamu, iya kamu yang mengumbar janji dan nafsu ingin menguasaiku, semoga kau sehat selalu sehingga bisa ingat untuk ruang yang terbuka lebar dari tuhan untuk bertaubat mengakui kelupaan mu.

Jelita kini yang selalu berusaha untuk melupakan asa sedikit tertatih menata hati untuk menanti datangnya keajaiban agar kau kembali sadar dan membuat pudar rasa kecewa yang ditinggalkan oleh kejumawaan mu.

Tuan persingkat saja jangan terlalu mengumbar rasa biar kau binasa dalam keadaan yang yang leluasa.

Kamis, 13 Februari 2025

Kecemburuan yang langka di zaman sekarang.

 Semisal dibawah ini

1. Membiarkan istri berkhalwat dengan laki-laki lain dalam satu ruangan.

2. Membiarkan istri dibonceng laki-laki lain karena alasan pulang kerja dan suami juga sibuk bekerja.

3. Membiarkan istri membuka aurat/kerudung di ruang terbuka dan banyak di lihat oleh banyak laki-laki.

Dan masih banyak lainnya yang terjadi pada zaman sekarang yang itu tidak dianggap sebagai media cemburu oleh suaminya. Padahal para salafussaleh pada masanya sangat pencemburu bila istrinya memilih merasa nyaman padahal itu jelas di larang oleh syari'at.

Sebagaimana dikisahkan. Pada satu waktu ada salah satu sahabat yang menikahi seorang perempuan salehah pernikahannya pun berjalan lama akan tetapi sang suami tidak membayar maharnya sehingga menjadi hutang dan hutang mahar itupun tak kunjung dilunasi.

Sang istripun datang ke pengadilan mengadukan kepada qadhi/hakim, dan sang hakimpun bersidang untuk menentukan kedudukan mahar itu sendiri, sang suami dan istri itu duduk dihadapan hakim, lalu sang hakim memerintahkan kepada istri laki-laki itu untuk membuka cadarnya, lalu sang suami membantah jangan, jangan dibuka cadarnya dan jangan memerintahkan lagi untuk membuka cadar istri ku, lalu bersumpah demi allah dia adalah istriku.

Dengan keteguhan hati suaminya untuk menjaga kehormatan istrinya agar auratnya tidak terlihat oleh laki-laki lain termasuk hakim yang mengadilinya, dengan segera si istri mengatakan demi Allah aku merelakan mahar yang aku adukan aku anggap lunas dunia akhirat dan tidak akan pernah menagihnya lagi. {Al bidayah wa an nihayah 11.81}

Dalam banyak hadist dan riwat begitu banyak bagaimana cemburunya sahabat dan nabi tidak menyalahkan sikap-sikap para sahabatnya.

Kamis, 26 Desember 2024

Agentongaghi ka doa

 



Ampon abit abit buleh kalaben dikah sekenal

Ampon pinter buleh kalaben dikah saleng aromat rassah

Ampon sekken jemphereh buleh ben dikah ajegeh taresnah

Chek sennengah rassanah ateh jhek bejrenah rassanah pheden bisa aphereng dikah

Tapeh abhek buleh nyu'un saporah....dikah seekaateh ben eyarep phegtenah koduh nangisih kabedeen.

Tangis setalebet sabeb doa tak mampu nembhus takdirih buleh ben dikah kaangguy deddih masittong

Benni keng abhek tak bengal alaben phentunah oreng toah, tapeh takok samphek sekobesah tak naremah sahenggeh bulen ben dikah maksa semasettongah tapeh pas bedeh ejelen sekasasar.

Saporanah buleh dhek dikah, pasapperaghi atenah dikah pola mak ghik bedeh karenah taresnah setaphereng ben niserah oreng towah.

Sabtu, 21 Desember 2024

Tak habiskan kesabaran








miss ry, gadis desa yang mengejar bayangan, tersimpuh dalam doa dan melangkah dengan harap, terus saja beraktivitas seperti sediakala, terlihat ia riang dan gembira dalam ruang dan waktu. tapi hatinya tak bisa berbohong kalau hanya ada satu nama yang sudah terperangkap dan kehilangan kuncinya sehingga tak lagi terbuka untuk selain satu nama yang pernah datanh, hilang dan kini berlalu lalang di alam bawah sadarnya. cinta iya begitulah peristiwa hidup yang telah menimpa miss ry dengan begitu dahsyat, gadis cantik itu semakin hari semakin melemah dalam sedih hatinya, setengah hari yang telah mampu memasung setengaj jiwa dan seluruh rasa cinta yang ia miliki. dahsyatnya cinta yang kini meraja tak lagi memunculkan betapa berharganya keberadaan ratu. dia diktator dan penuh sikap jumawa untuk merusak asa yang seharusnya mengangkasa. mis ry. kisah hatinya yang tak lekam waktu dengan laki-laki nyata yang kini tinggal hayal dalam kesehariannya selali disemai dengan air mata dan dikidungkan dengan doa-doa demi kebaikannya. kini miss ry harus menambah rasa pedih dengan pergi jauh seorang laki-laki sosok cinta pertamanya. bapak yang renta dan lama terkulai lemah kini sudah sampai pada pengistirahatan terakhirnya dengan tenang dan damai. oh.....maha cinta yang menganugrahkan cinta, aku yang tak mengerti urai kisah kasih diluar rasa ku kini harus semakin tertunduk dihadapan cinta dengan air mata kini sang maha cinta telah bekuasa menjemput sang cinta yang aku kasihi selama berada di alam nyata. sang kasih, betapa pedih hati ini harus berselancar dalam ombak besar dunia nyata dan maya, dua lelaki yang aku cintai telah sirna dari hadapanku tapi begitu melekat dalam lubuk dan ingatan ku. miss ry, perempuan desa yang cantik dan anggun begiru teguh membentengi hatinya dengan cinta terus berjalan menyusiri jalan setapak berkelok penuh dengan duri.ia sudah tidak tahu cara untuk menangis dan tidak mengerti cara untuk menagih, yqnh ia tahu cinta begitu asyo dan rindu begitu pedih waktu yang terus berlalu tak mengantarkannya pada pada kekasih hatinya, tapi selalu membuat ia setia bermunajat demi kebaikan dia, kebahagiaan alam dan tertegunnya waktu saat harus bertemu kelak.

Pangeran waktu yang telah berlalu

dalam setiap kita tentu punya pengalaman yang tak jauh berbeda adapun perasaan juga tidak akan jauh berbeda, yang membedakan dalam setiap kita hanyalah bagaimana cara menikmati rasa dan menyikapi dalam setiap peristiwa yang harus di rasakan. begitulah perjalanan hidup si miss ry, perempuan desa terpencil terletak dibawah kaki gunung tentu sangat berbeda dengan kehidupan perempuan kota yang dengan mudah mengakses setiap apa yang mereka butuhkan, sehingga dengan mudah juga mereka menyesuaikan tampilannya dengan alam sekitarnya (pergaulan). miss ry yang sejak kecil bertahan di desa dengan pendidikan yang tidak lanjut, cendrung berfikir dan bertindak sangat mengedepankan rasa takut, yaitu takut salah dan takut mendapatkan hukuman dari kesalahannya. sehingga ia terkesan tidak begitu berpendirian dalam kata lain labil. dari pribadi yang sedemikian rupa miss ry semakin bertambahnya waktu ia masuk fase remaja, remaja desa yang cyrclenya tidak jauh dari kumpul tetangga, main. di sawah dan ngerewangi ternak milik orang tuanya yang semakin sepuh dan terbatas untuk bekerja, sehingga miss rylah yang harus banyak memerankan diri dalam keluarga yang kian hari kian jauh dari berkecukupan untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. denga begitu miss ry pun serinh membayangkan untuk mencari pekerjaan lain agar bisa mengurangi bahkan kalau bisa menghilangkan penderitaan hidupnya, tapi itu masih saja itu hanya terbatas pertanyaan saja, sebab dia berada di kondisi penuh dengan keterbatasan. tak lama dari angan-angan miss ry yang ingin sukses sehingga bisa menjadi ratu. ternyata daun pintu rumahnya berbunyi tok..tok...tok!!!. selamat siang apa ada orangnya di dalam. miss ry : iya selamat siang, maaf dengan siapa iya? pemuda : maaf mengganggu mbak, perkenalkan saya muryadi. miss ry : oh iya silahkan duduk mas, kalau boleh tau dari mana dan ada keperluan apa ya mas. muryadi : oh....!!! ini mbak saya dari kota sedang ada tuhas dari kampus untuk survey tentang desa, seperti keadaan kondisi pendidikan, ekonomi dan kesehatan masyarkat desa ini. miss ry: hemmmm iya iya mas saya tidak begitu mengerti apa yang dikatakan mas soalnya saya sekolahnya hanya sampai SMP itu pun tidak sampai lulus soalnya keadaan ekonomi dan orang tua saya sakit-sakit tan. muryadi : iya mbak maaf iya sudah mengganggu mbak dan keluarganya, tapi kalau boleh tau mbak saya jadikan informan saya tidak apa-apa iya. miss ry : iya tidak apa-apa mas, tapi maaf apa itu mas informan? muryadi : informan itu, mbak akan ditanya-tanya tentang seperti apa yang saya katakan barusan itu mbak tidak lebih dari itu. sesi tanya jawab sudah selesai untuk pemenuhan tugas akhir muryadi, sampai akhirnya kedua muda mudi itu terlibat obrolan alur ngidul sampai menjelang sore, sehingga tanpa sadar muryadi sudah banyak mengahabiskan waktu bersama miss ry. yang akhirmya diantara dua sejoli itu timbul benih-benih cinta. tapi sayang harus dengan terpaksa muryadi harus pamitan sebab takut kemaleman pulangnya sebab harus melewati desa tetangga yang dikenal angker dan agak rawan. waktu yang lama tapi terasa singkat itu harus sirna karena mereka masih belum siapa-siapa dan sudah mulai ada apa-apa yaktu rasa cinta yang mulai tumbuh muyadi : ya sudah aku pamit pulang dulu ya miss ry : iya hati-hati di jalan jangan kebit-kebutan. muryadi : siap.....!! terimaksih banyak atas waktunya, dan kalau diizinkan aku akan kembali lagi kesini ya, kalau kamu tidak keberatan. miss ry : iya tidak apa-apa dengan senang hati selang beberapa waktu perpisahan itu terjadi miss ry ternyata juga memendam rasa sehingga ia seringkali murung dan dan menunggu ketukan daun pintu yang tak kunjung lagi berbunyi.miss ry sedih dan sering murung miss ry tak enak makan dan miss ry mematrikan satu nama yaitu muryadi kisah kasih singkat yang telah mengambil ruang dalam relung hatinya yang kini tak tau dimana rimbanya.lenyap selenyap janjinya untuk kembali menemui miss ry. dalam kidungnya, "oh....rasa begitukan kau tak mampu menghakimi waktu agar ia tunduk dan kaku membeku tak membuatku berliku dalan rasa pilu yang membuatku layu dalam sembilu yang mampu mencabik hatiku.

Rabu, 18 September 2024

Rundung rindu yang tak lagi kunjung

lama tak aku datang menjemputmu senyorita, maaf bukan aku melupakan mu, tapi aku hanya terlalu banyak menyibukkan diri khususnya dalam berfikir, iya....!!! berfikir, berfikir dan berfikir..........!!!!! ah.....aku kadang merasa kalau terlalu tolol dan sangat bodoh sebab saat itu kenapa tak berfikir keras saat aku pertama kali berani memandang mata mu lalu aku ucapkan kata sayang, cinta dan lain sebagainya yang saat itu engkau tanggapi sangat serius dan terlalu antusias sehingga kau luangkan hati untuk memberi ruang hingga sesak. senyorita aku tahu betapa kamu resah dan gundah saat aku tak berkabar padamu melalui pesan singkat, chat pribadi ataupun faximale. maaf bukannya aku terlalu percaya diri sehingga begitu meyakini akan kegundahanmu, tapi firasat itu datang begitu pesat sebab hatiku yang selalu bergumul rasa sayang dan cinta begitu melesat sehinggaa tersesat pada wajah cantikmu, mata indahmu dan senyum manis mempesonamu. jujur aku sangat mencintaimu begitulah lukisan suka dan duka ku saat ini dan bahkan hingga kelak pelupuk mata tak lagi sudi membuka, kamu yang begitu membibdadari dalam hidupku dengan binar-binar setia selalu membuatku terperangah dan jengah dalam setiap kehendak melangkahkan kaki dan melambaikan tangan, sebab risalah-risalah cosmos telah begitu mantap menatap ratap dimasa yang akan datang dengan begitu sangat nyata. senyorita kenapa engkau diam?? tidakkah kau mau menatapku tajam lalu berkata dengan begitu kasarnya bahwa aku hanya manusia yang begitu membatu yang tak bersepatu yang mencoba angkuh tapi begitu kalah pada cemooh yang seharusnya menjadi rengkuhan untuk menghafal setiap apa yang tertuduh, tidakkah kau juga berbisik saja agar aku bergeming sehingga ada iming-iming agar kamu bisa merasakan secuil saja sejuk tanpa tajuk yang jelas pada masa depanmu yang dinyakini oleh nya akan suram, muram durja. oh.....senyorita kau tetap tak mau menjawab dan tak bergeliat untuk membisik, hanya diam kaku membatu ternyataaku yang sudah gila sebab tak lagi bisa membedakan wajah aslimu dan topeng yang sudah membuku dalam lembar album yang menatap tajam sedikit tersenyum namun sendu. senyorita kini aku tak lagi lugu, hanya sedikit dungu yang selalu menunggu mu di musium-musium rasa dan peristiwa besar yang dikata cinta. senyorita tidak kah dosa saat rasa tak lagi jumawa dalam gelak dan tawa, tidakkah sia-sia saat kisah indah sisakan keresahan, tidak semuanya tidak berdosa sebab rasa yang dirasa bukan kehendak yang perasa akan tetapi ini kehendak yang kuasa, yang terlalu bagga padahal ia kuasa yang ku_nya kecil, bukan Kuasa yang Ku-nya besar, yang kekuasaannya tak ada tandingannya, yang maha berkendak dalam segala geliat yang hidup dan yang tak bergerak, senyorita janganlah kau titipkan salam pada angin begitupun aku, sebab angin saat ini sudah kalah pada deru riuh mesin super power dan janganlah kau berkisah pada rumput, sebab rumput hari ini sudah terusik kerasnya batako. senyorita bersabarlah sebab sabar adalah kabar indah bagi ia yang merindukan kegembiraan kelak, tawakkallah sebab tawakkal adalah gelak tawa di sisi-sisi indah dalam kehindupan surga, iya teruslah bermunajat agar hajat bisa menjadi derajat dan derajat bisa menjadi hikayat yang mampu sisakan riwayat saat akhir hikayat datang.

Rabu, 28 Juni 2023

Pertanda malam untuk pak tani

begitu indah dan teraturnya tuhan (Allah) menciptakan alam, sehingga dalam setiap peristiwa menjadi pertanda, pagi datang dengan terbitnya matahari dari ufuk timur sedangkan malam datang dengan tenggelamnya matahari di ufuk barat. dari kedua pertanda itu kita selaku manusia diisyaratkan untuk memiliki kesadaran dalam memanfaatkan nikmat sehat dan sempat dari yang maha kuasa. untuk itu perlu kiranya untuk menanamkan kesadaran guna mampu mengatur waktu kapan waktunya untuk bekerja dan hal mana waktunya untuk kita beristirahat. nah femomena alam saat ini, ketika perkembangan zaman semakin masuk pada era post modern dan bahkan ada dititik mondern, diantara kita mulai hilang kesadaran untuk berinteraksi dengan badan kita. tidak mencoba untuk memahami hak tubuh untuk diistirahatkan, istilah yang dimunculkan adalah memforsir tubuh, sehingga tubuh dimanfaatkan secara maksimal. tidak salah akan tetapi tidak bijak, apalagi dalam bentuk memforsirnya dengan memanfaatkan daya pacu pda suplement (dooping). pada titik nadirnya tubuh akan menuntut dan bentuk tuntutannya yaitu dalam bentuk rasa sakit yang bekepanjangan sehingga tidak mampu untuk kembali beraktivitas seperti sediakala. adapun islam mengatur betapa berharganya waktu sehingga demi waktu kita harus senantiasa berlaku adil dan sabar dan sholat, nah dengan begitu kita akan memberikan keseimbangan kepda tubuh kita. kita akan menunjukkan sikap bijaksana, sehingga akan senantiasa fokus dan bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. begitupun ilmu media juga mengatur dengan begitu baiknya, yaitu kita diisyaratkan untuk tidak terlalu berlebihan dalam memanfaatkan badan untuk beraktivitas, baiknya diberikan waktu untuk beristirahat sekurang-kurangnya 8 jam dalam sehari semalam. dari uraian diatas penulis memasang irah-irah pak tani disambut warna kuning ke emasan diufuk barat. itu pertanda bahwasanya pak tani sudah saatnya untuk pulang dan beristirahat. mengingat waktu sudah hampir malam. waktunya tubuh untuk di istirahatkan. namun pada kenyataannya ketika melihat geliat peradaban hari ini, khususnya di desa-desa pada musim tembakau masih banyak petani yang masih berada di sawah menyirami tembakaunya bahkan sampai larut malam. hal itu membuat penulis berprasangka dan seolah ikut merasakan betapa lelahnya mereka, tapi setelah ditanyakan. mau bagaimana lagi? wong ini jalan takdir dan pengharapan agar juga mampu merajut asa ujarnya!!! namun mirisnya kadang semangat dan pengharapan itu tak terbayar lunas saat musim tanam berakhir, kenapa begitu? sebab semangat bertani tidak sama seperti semangat pembeli dari hasil tani. dalam beberapa tahun terakhir petani seolah hanya diberi pengharapan akan tetapi isinya palsu semata. tembakau akan dibeli dengan harga mahal, toh pada kenyataannya dibeli dengan harga murah BEP hanyalah BEP, yang katanya hasil dari rapat untuk memperjuangkan nasib petani, nasib yang mana? nasib untuk memanfaatkan hujan sebagai alibi dan fenomena lainnya, sehingga petani tidak bisa berkutik. jujur saat panin tiba betapa ibanya saat pak tani yang berharap pada hasil tani harus pupus dan kandas karena harga yang tidak setabil bahkan bisa-bisa anjlok karena adanya alibi-alibi yang tidak begitu rasional. tapi semoga saja kedepan petani bisa benar-benar terangkat nasibnya tentu dengan pro aktifnya pemerintah untuk benar-benar mengkawal guna terpenuhinya hak-hak petani untuk mendapatkan harga dan hasil setimpal dengan semangat bercocok tanamnya. hal itu akan bisa terpenuhinya bilamana pemerintah mampu untuk mendorong pabrikan akan objektif dan sportif untuk membeli hasil tani pak tani.

Jika semakin dekat dan sangat dekat maka dunia tak lagi jadi arah mu

 Begitulah hidup, dunia bukan tempat untuk menetap hanya tempat singgah sebentar lalu kita pergi lagi jaub dan akan sangat jauh, entah sampa...