Sabtu, 21 Desember 2024
Pangeran waktu yang telah berlalu
dalam setiap kita tentu punya pengalaman yang tak jauh berbeda adapun perasaan juga tidak akan jauh berbeda, yang membedakan dalam setiap kita hanyalah bagaimana cara menikmati rasa dan menyikapi dalam setiap peristiwa yang harus di rasakan.
begitulah perjalanan hidup si miss ry, perempuan desa terpencil terletak dibawah kaki gunung tentu sangat berbeda dengan kehidupan perempuan kota yang dengan mudah mengakses setiap apa yang mereka butuhkan, sehingga dengan mudah juga mereka menyesuaikan tampilannya dengan alam sekitarnya (pergaulan).
miss ry yang sejak kecil bertahan di desa dengan pendidikan yang tidak lanjut, cendrung berfikir dan bertindak sangat mengedepankan rasa takut, yaitu takut salah dan takut mendapatkan hukuman dari kesalahannya. sehingga ia terkesan tidak begitu berpendirian dalam kata lain labil.
dari pribadi yang sedemikian rupa miss ry semakin bertambahnya waktu ia masuk fase remaja, remaja desa yang cyrclenya tidak jauh dari kumpul tetangga, main. di sawah dan ngerewangi ternak milik orang tuanya yang semakin sepuh dan terbatas untuk bekerja, sehingga miss rylah yang harus banyak memerankan diri dalam keluarga yang kian hari kian jauh dari berkecukupan untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.
denga begitu miss ry pun serinh membayangkan untuk mencari pekerjaan lain agar bisa mengurangi bahkan kalau bisa menghilangkan penderitaan hidupnya, tapi itu masih saja itu hanya terbatas pertanyaan saja, sebab dia berada di kondisi penuh dengan keterbatasan.
tak lama dari angan-angan miss ry yang ingin sukses sehingga bisa menjadi ratu. ternyata daun pintu rumahnya berbunyi tok..tok...tok!!!. selamat siang apa ada orangnya di dalam.
miss ry : iya selamat siang, maaf dengan siapa iya?
pemuda : maaf mengganggu mbak, perkenalkan saya muryadi.
miss ry : oh iya silahkan duduk mas, kalau boleh tau dari mana dan ada keperluan apa ya mas.
muryadi : oh....!!! ini mbak saya dari kota sedang ada tuhas dari kampus untuk survey tentang desa, seperti keadaan kondisi pendidikan, ekonomi dan kesehatan masyarkat desa ini.
miss ry: hemmmm iya iya mas saya tidak begitu mengerti apa yang dikatakan mas soalnya saya sekolahnya hanya sampai SMP itu pun tidak sampai lulus soalnya keadaan ekonomi dan orang tua saya sakit-sakit tan.
muryadi : iya mbak maaf iya sudah mengganggu mbak dan keluarganya, tapi kalau boleh tau mbak saya jadikan informan saya tidak apa-apa iya.
miss ry : iya tidak apa-apa mas, tapi maaf apa itu mas informan?
muryadi : informan itu, mbak akan ditanya-tanya tentang seperti apa yang saya katakan barusan itu mbak tidak lebih dari itu.
sesi tanya jawab sudah selesai untuk pemenuhan tugas akhir muryadi, sampai akhirnya kedua muda mudi itu terlibat obrolan alur ngidul sampai menjelang sore, sehingga tanpa sadar muryadi sudah banyak mengahabiskan waktu bersama miss ry. yang akhirmya diantara dua sejoli itu timbul benih-benih cinta.
tapi sayang harus dengan terpaksa muryadi harus pamitan sebab takut kemaleman pulangnya sebab harus melewati desa tetangga yang dikenal angker dan agak rawan. waktu yang lama tapi terasa singkat itu harus sirna karena mereka masih belum siapa-siapa dan sudah mulai ada apa-apa yaktu rasa cinta yang mulai tumbuh
muyadi : ya sudah aku pamit pulang dulu ya
miss ry : iya hati-hati di jalan jangan kebit-kebutan.
muryadi : siap.....!! terimaksih banyak atas waktunya, dan kalau diizinkan aku akan kembali lagi kesini ya, kalau kamu tidak keberatan.
miss ry : iya tidak apa-apa dengan senang hati
selang beberapa waktu perpisahan itu terjadi miss ry ternyata juga memendam rasa sehingga ia seringkali murung dan dan menunggu ketukan daun pintu yang tak kunjung lagi berbunyi.miss ry sedih dan sering murung miss ry tak enak makan dan miss ry mematrikan satu nama yaitu muryadi kisah kasih singkat yang telah mengambil ruang dalam relung hatinya yang kini tak tau dimana rimbanya.lenyap selenyap janjinya untuk kembali menemui miss ry.
dalam kidungnya, "oh....rasa begitukan kau tak mampu menghakimi waktu agar ia tunduk dan kaku membeku tak membuatku berliku dalan rasa pilu yang membuatku layu dalam sembilu yang mampu mencabik hatiku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kebaikan tak butuh pembelaan
Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak da...
-
Pergi saja jika kau tak mampu memenuhi apa yang aku inginkan. Iya aku ungkap ini karena kau telah berjanji, janji yang begitu berapi-api. T...
-
desa. iya mungkin ada segelintir orang yang lebih suka berkata aku bukan orang desa, tapi aku adalah kalangan metropolis (kota). entah hal ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar