Kamis, 13 Februari 2025

Kecemburuan yang langka di zaman sekarang.

 Semisal dibawah ini

1. Membiarkan istri berkhalwat dengan laki-laki lain dalam satu ruangan.

2. Membiarkan istri dibonceng laki-laki lain karena alasan pulang kerja dan suami juga sibuk bekerja.

3. Membiarkan istri membuka aurat/kerudung di ruang terbuka dan banyak di lihat oleh banyak laki-laki.

Dan masih banyak lainnya yang terjadi pada zaman sekarang yang itu tidak dianggap sebagai media cemburu oleh suaminya. Padahal para salafussaleh pada masanya sangat pencemburu bila istrinya memilih merasa nyaman padahal itu jelas di larang oleh syari'at.

Sebagaimana dikisahkan. Pada satu waktu ada salah satu sahabat yang menikahi seorang perempuan salehah pernikahannya pun berjalan lama akan tetapi sang suami tidak membayar maharnya sehingga menjadi hutang dan hutang mahar itupun tak kunjung dilunasi.

Sang istripun datang ke pengadilan mengadukan kepada qadhi/hakim, dan sang hakimpun bersidang untuk menentukan kedudukan mahar itu sendiri, sang suami dan istri itu duduk dihadapan hakim, lalu sang hakim memerintahkan kepada istri laki-laki itu untuk membuka cadarnya, lalu sang suami membantah jangan, jangan dibuka cadarnya dan jangan memerintahkan lagi untuk membuka cadar istri ku, lalu bersumpah demi allah dia adalah istriku.

Dengan keteguhan hati suaminya untuk menjaga kehormatan istrinya agar auratnya tidak terlihat oleh laki-laki lain termasuk hakim yang mengadilinya, dengan segera si istri mengatakan demi Allah aku merelakan mahar yang aku adukan aku anggap lunas dunia akhirat dan tidak akan pernah menagihnya lagi. {Al bidayah wa an nihayah 11.81}

Dalam banyak hadist dan riwat begitu banyak bagaimana cemburunya sahabat dan nabi tidak menyalahkan sikap-sikap para sahabatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebaikan tak butuh pembelaan

 Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak da...