Sabtu, 13 Agustus 2022

Menyulam gelap malam

aku pemuda peltong menyongsong mimpi dengan menitihkan kaki di pematang sawah. merajut asa melalui rasa dari peristiwa tak jumawa. mata terbelalak mengejar cita sisa sia-sia nestapa iya aku pemuda peltong yang tak lagi mampu mengaung layaknya bunyi tong yang kosong negeriku kini asri namun berduri, widuri tak lagi mampu berlari mengejar sisa mimpi berilah aku sisa kata yang tak berkosa kata, nada tak lagi berirama, cinta tak lagi mengihitung rasa. peluklah bayang ku yang tak bersemayam dalam rinai malamnya alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ilma kompas dan pembebas dari kebatilan

 Ilma aku berjalan tertatih menuju mu dengan penuh keterbatasan, berjalan telanjang kaki menapaki panas aspal saat terik tengah hari demi me...