Minggu, 14 Agustus 2022
Menangislah karena kau tak baik
tuhan terimakasih masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar.
dari udara yang terhirup kami masih bisa membenakan rasa tenang, nyaman, bahagia, gelisah dan sedih.
waktu yang bergulir menjadi hakim dalam setiap niat langkah dan keputusan dalam setiap tindakan.
tentu kelak akan menjadi penentu yang bijak adil- seadil adilnya ketika ruh tak lagi dikandung badan dan bersemayam didalam liang yang gelap mencekam bagi ia yang celaka.
ber-hatilah, karena hati akan membawa kita pada hati-hati yang penuh dengan empati, akan benci keburukan, akan benci penistaan, dan akan sangat menghindari penindasan.
sebab satu hati dengan hati yang lain bilamana tidak dikuasasi oleh nafsu sepenuhnya, ia akan berkata keinginan ku tidak berbeda jauh dengan hati yang lainnya, sama-sama ingin mendapatkan kebahagiaan karena telah membersitkan senyum dari bibir pemilik hati lainnya.
iya....lakukan apa yang baik menurutmu dan dikehendaki oleh mereka. tentu di ridha'i oleh tuhan. karena benih baik yang engkau tebar, sebelum kiamat datang hal yang paling dekat ialah agar orang lain menangis saat engkau di jemput kematian. kata bijak pendahulu "ketika engkau datang dari rahim ibu disambut dengan rasa bahagia, maka berupayalah engkau diantarkan dengan tangis saat engkau tak lagi bernyawa dan terbujur kaku".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kebaikan tak butuh pembelaan
Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak da...
-
Pergi saja jika kau tak mampu memenuhi apa yang aku inginkan. Iya aku ungkap ini karena kau telah berjanji, janji yang begitu berapi-api. T...
-
desa. iya mungkin ada segelintir orang yang lebih suka berkata aku bukan orang desa, tapi aku adalah kalangan metropolis (kota). entah hal ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar