Senin, 29 Agustus 2022
Kembalilah pada petunjuk Allah
Minggu, 14 Agustus 2022
Menangislah karena kau tak baik
Sabtu, 13 Agustus 2022
Menyulam gelap malam
Jumat, 12 Agustus 2022
Terimakasih pemerintah RI yang baik hati
2019 awal mula munculnya wabah yang dikenal dengan sebutan covid 19, untuk penjelasan nama tersebut. Penulis rasa sudah tidak perlu untuk dijelaskan, karena pada dasarnya itu sudah menjadi pengertian umum karena sering diperbincangkan pada mulanya.
Akan tetapi yang jelas di angka 19 wabah itu seolah masyarakat menganggap penyakit ringan yang mudah untuk diobati, padahal pemerintah dari berbagai lini mengumumkan jika penyakit tersebut merupakan ancaman bagi jiwa setiap manusia, sampai-sampai terperinci tentang batas-batas resiko rentan dan tidak rentan untuk terjangkit.
Tapi begitulah masyarakat disuasana demokrasi, maka persepsi masih harus di tuntasnya dengan argimentasi, dilanjutkan dengan asumsi bahkan bisa-bisa berakhir pada basa-basi.
Tapi bukan dalam wilayah ingin menyalahkan demokrasi, hanya saja lakonnya yang tidak bisa memposisikan dirinya sebagai peegang amanah azas demokrasi. Alhasil terkesan bablasan keluar jalur lintasan yang seharunya.
Kembali kepada angka 19 yang hubungannya sangat erat dengan penyakit, di angka itu memang tidak begitu membuat keadaan kalang kabut, sebab masyarat pada umumnya masih belum terdampak langsung. Hanya dibeberapa bagian wilayah saja, yang itu masih dianggap hoax saat ada acara perbincangan santai di warung kopi, akan tetapi pada kenyataannya saat mulai merasakan langsung keberadaan wabah, dengan datangnya berita kematian dalam setiap harinya bergantian, baru masyarakat percaya dan menuruti anjuran pemerintah.
Selain sadar karena banyaknya berita duka, ternyata dampak yang sangat signifikan yaitu lumpuhnya perekonomian yang sangat mencekam. Mencekam yang dimaksudkan yaitu ekonomi lumpuh disemua sektor, tidak memilih ruang makro bahkan mekropun ikut juga lumpuh dan bahkan bisa dikatakan mati suri.
Tapi alhasil berkat ketelatenan pemerintah dengan menerapkan aturan PPKM, yang awalnya diterima setengah hati oleh masyarakat. Tapi berkat tekat pemerintah dalam peraturannya yang terus digencarkan dengan ragam panismen pula. Alhasil diangka 2022 masyarakat mendapatkan angin segar, yaitu ekonomi kembali tumbuh berangsur dan masyarakat bisa kembali tersenyum lebar.
Kebaikan tak butuh pembelaan
Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak da...
-
Pergi saja jika kau tak mampu memenuhi apa yang aku inginkan. Iya aku ungkap ini karena kau telah berjanji, janji yang begitu berapi-api. T...
-
desa. iya mungkin ada segelintir orang yang lebih suka berkata aku bukan orang desa, tapi aku adalah kalangan metropolis (kota). entah hal ...