Mengapa rindu ini mendera
Tak perlu terkisahkan dalam naskah tebal yang harus tertata rapi di atas rak buku, karena itu tak mungkin harus terjadi.
Perjalan cinta adalah pelajaran terindah, karena disana kita temukan ragam peristiwa yang bahagia dan bahkan kecewa yang bisa saja bergantian menghantam dinding hati yang tak boleh mati karena duka.
Lirih terbersit dalam relung hati, yang tak dapat di mengerti apakah harus menjadi sajak bijak ataukah hanya akan menjadi rangkaian kata yang habis dalam rentan masa. Entah semua masih mesteri dari penguasa misteri, yang seolah meminta untuk percaya dalam berani ataukah hanya cukup tunduk dalam takut karena kutukan masalalu, ialah kutukan cinta majnun yang harus mencintai dengan hati yang meringkuk dalam peluk bayang semu.
Dia yang telah terpuruk dalam rindu, rindu yang membeku dan membuatnya terpaku, dia yang mengerti warna saat peristiwa semakin menggila, iya peristiwa menggila yang namanya cinta, cinta yang tak kan pernah binasa karena harus kuasa, begitulah cinta yang akan membuatnya terperosok dalam rona-rona bahagia.
Dia harusnya menjadi yang terindah tapi riuh rendah yang membuat dia enyah karena bentang panjang jarak yang memaksa kita untuk tidak bersatu dalam raga tapi tetap menyatu dalam jiwa, jiwa yang harus selalu tenang dalam dalam ikatan cinta dan rindu yang terpisah oleh waktu. Dia izinkan dia untuk memeluk dan mencium keningnya dalam bayang mata terpejam.
Rabu, 18 Maret 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kebaikan tak butuh pembelaan
Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak da...
-
Pergi saja jika kau tak mampu memenuhi apa yang aku inginkan. Iya aku ungkap ini karena kau telah berjanji, janji yang begitu berapi-api. T...
-
desa. iya mungkin ada segelintir orang yang lebih suka berkata aku bukan orang desa, tapi aku adalah kalangan metropolis (kota). entah hal ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar