Jumat, 20 Maret 2020

Hanya Rabb

Entah apa yang akan terjadi? Tanya ini aku akui selalu hadir setiap saat, karena nama itu tidak berpangku dalam fikir. Tapi sudah terpatri dalam hati.
Hati yang tak bisa bohong betapa cinta dan rindunya perasaan, ingin rasanya aku jamah nama dan pemiliknya, tapi apalah daya negeri kita jauh sangat berbeda. Tak seluas samudra dan sesempit daun kelor tapi nyatanya tabir tebal sulit tuk di tembus.
Hati dan hari ini terbelenggu, belenggu keresahan, nama yang terselip dalam riuh angin siang dan malam, kurasa sangat dekat tapi begitu sulit aku raba dengan jemari, karena engkau lenyap dalam kedip mata dan begitu nampak dalam lelap tidur.
Hati janganlah engkau meronta ketakutan, karena engkau begitu banyak hak untuk selalu menasbihkan namanya kalaupun engkau tak diizinkan bercengkrama dalam dingin malam. Hati biarkan dia terdiam diantara rimbun dedaunan dan bunga-bunga kasmaran, tapi janganlah engkau merasa takut dan iba karena tak mampu menyunting bunga untuk hiasi nama dia.
Hati jadikan tetapkan dia berada di dalammu karena dia adalah dia, dia yang tak akan pernah lekang oleh waktu, dia nama yang engkau kuasai dan hanya selalu bermunajat akan memiliki pemiliknya, hati tetaplah tunduk dalam cahaya harapan karena pemilik hati dan nama yang sesungguhnya pasti akan ada rencana indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebaikan tak butuh pembelaan

 Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak da...