Sekapur sirih
Ragam buyada desa merupakan blog yang buat untuk mengabarkan tentang kondisi dan situasi desa di tahun 2019 dan begitupun tahun-tahun selanjutnya semoga akan senantiasa diberikan keistiqamahan dalam penyajian informasi-informasi penting, yang dimungkinkan bisa memberikan inspirasi, aspirasi dan konsumsi dalam ilmu pengetahuan dan kepedulian terhadap budaya Indonesia khususnya budaya di desa.
Sebab budaya adalah estafetta kehidupan manusia yang sebagian bahkan bisa dikatakan mayoritas masyarakat mengamini sebagai entitas dan identitas setiap diri manusia yang hidup berkelompok, jadinya dengan budaya manusia yang berkelompok (sosial) akan mampu menunjukkan jatidirinya sebagai manusia yang berbudi pekerti sebagaimana yang dicita-citakan oleh asas dan dasar negara Indonesia.
Intuisi manusia yang berdasarkan asas dan dasar Negera Indonesia maka akan terjamin keselarasannya dan keselamatannya, sebab adopsi-adopsi yang dimaksudkan adalah adopsi kearifan untuk menjamin perdamaian sejati. Hal itu senada dengan kehidupan desa, desa diharapkan tetap berpegang teguh pada budaya yang sudah tumbuh kembang dan di petik buahnya sejak dulu, bukan dalam artian untuk mengarahkan pada fanatisme untuk anti modern dan ketidak sanggupan masuk pada wilayah post modern.
Akan tetapi, blog ini ingin menyajikan sebuah eksistensi desa yang tetap berpegang teguh pada kearifan dan teguhnya pendirian untuk menjaga harga diri dengan mengedepankan etika dan estetika untuk meninggikan nilai-nilai kemanusiaan dengan penghargaan terhadap hak dan martabatnya.
Sehingga harapan besarnya ragam budaya desa, memiliki tujuan untuk bersama-sama mengungkap perasaan-perasaan desa yang sebenarnya saat mendengar tentang kota dan kemajuan kota begitupun pergeseran budaya yang terjadi di kota, kalaupun di desa hari sudah mulai banyak mendapatkan sajian-sajian tentang kota memalui media informasi dan komunikasi yang juga tidak kalah pesat merangsek ke desa. Adapun penulis berharap semoga para penyimpan tidak merasa bosan dan timbul ketersinggungan dalam menyimpulkan pemikiran dari penulis yang pasaran dan tmasuk dalam katagori asumsi belaka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar