Khouf, kini aku dalam renung malam sendiri menatap langit dengan hiasan gemintang, sunyi menjadi saksi dan hembus angin sebagai singgasana pengantar tanya pada sang pencipta yang ruh dan jiwa kita ada dalam gengamannya.
Khouf, dimana kah kita akan melabuhkan sekoci kecil yang sedang diombang ambing oleh gemuruh ombak, yang membuat samudra merasa iba pada bingung dan deru munajat kita dalam persimpangan rasa.
Kita.........kita.....dan kita yang telah menyambung rasa seolah karsa sampai binasa untuk merengkuh asa. Kini hanya bisa beradu rasa dalam tanya. tapi tak pernah nyata sampai kasat mata kini memburam tak mampu mengenal warna dan rasa.
Khouf masihkah sabar akan menjadi bingkisan pahala, masihkan rindu akan menjadi pembuka pintu syurga, saat kita begitu sangat dahaga untuk berjumpa dalam perjumpaan ihklas saling merengkuh cinta yang begitu agung dan adil.
Oh khouf semoga damai malam ini bisa menjadi terompa dalam langkah kita menyusuri jalan cinta yang berkerikil, menjadi obat luka pada setiap goresan kata yang menghujam gendang telinga dan semoga damai malam itu bisa menjadi tasbih dan tahmid dalam relung hati yang senantiasa meronta untuk mengukuhkan singgasana romantika costmos.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar