Jumat, 19 Juni 2020

Masa yang tak akan ingkar




Masa yang tak akan ingkar.
Bukan tentang rasa yang membuat aku binasa
Ini hanya ungkapan hati tentang peristiwa dalam suatu masa.
Masa yang pernah merasa ada leluasa yang pada kenyataannya itu adalah dosa.
Dosa yang bisa membuat kuasa murka tak terhingga.
Bersyukurlah engkau ada dalam golongan (umat) Rasulullah SAW. Dimana tidaklah tunai mendapatkan balasan akan dosa yang yang engkau perbuat dalam merajut asa.
Iya.......!!!!! Bertaubat ucap mudah tapi harus memaksa dalam keterpaksaan, sebab mata dan hati kadang tak mampu menahan kejamnya peradaban yang menyuguhkan kelezatan-kelezatan yang sesungguhnya hanyalah sesaat untuk kau sesat dalam siasat.
Sesat yang akan membuat mu terouruk dalam pedih abadi, sebagaimana peringatan-peringatan dari sang esa dalam lembar-lembar suci yang dalam detik waktu selalu menjawab ragam peristiwa di negeri fana.
Bahkan lembar-lembar suci tak sedikit menuntun insan untuk melepaskan diri dari belenggu dosa.
Wahai insan jadikan peristiwa sebagai irama untuk menuju Roma, jadikan peristiwa sebagai pemasung kemewahan surgawi dan jadikan peristiwa sebagai bentuk abdi terhadap ia yang maha suci.
Oh.....! Insan janji tuhan tidak pernah luput, janji tuhan akan selalu membuat engkau patut dan janji tuhan akan membawamu dalam raut bahagia yang tiada tara.
Tak sedikitpun insan akan menyesali peristiwa taqwa bilamana ia menjadikan diri ini sebagai panorama indah disaat alam mulai gelap, murung dan terpuruk dalam dalam kehinaan.
Semua itu hanya ada satu organ yang akan berkata, inilah kebenaran yang sebenarnya, inilah janji yang pernah engkau ucap saat mendapatkan tiupan ruh dan inilah jalan yang sesungguhnya yaitu jalan yang lurus (ihkdinas syiratal mustaqyim) jalan yang di ridhoi dan sangat di benci oleh syetan dan sank familinya, ia organ itu adalah nurani (nurun qalbu).
Wassalamu'alaikum wr wb.
                                                          Al faqir
                                                 Khoirus shodiqin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebaikan tak butuh pembelaan

 Sebegitu hebatnya aku mengejar dunia, kadang sampai lupa waktu dan larut dalam semangat dorongan nafsu, pagi, siang dan malam seolah tak da...