Pergi saja jika kau tak mampu memenuhi apa yang aku inginkan. Iya aku ungkap ini karena kau telah berjanji, janji yang begitu berapi-api.
Tidak kau sampaikan di tanah lapang tapi kau sampai berkhutbah diatas mimbar, berkata dengan gagah bahwa kau akan selalu memenuhi apa yang kau harapkan, apalagi sampai meminta.
Sejahtera, berkeadilan dengan landasan kesetaraan hak. Tapi nyatanya kau kebingungan sendiri hari ini, bahkan seolah kau lupa sampai-sampai terlihat lagak ingin berusaha melupakan.
Ah.........aku jelita hanya menarik nafas dalam-dalam saat melihat mu berkelibat bak bayang-bayang di tengah gelapnya malam.
Kamu, iya kamu yang mengumbar janji dan nafsu ingin menguasaiku, semoga kau sehat selalu sehingga bisa ingat untuk ruang yang terbuka lebar dari tuhan untuk bertaubat mengakui kelupaan mu.
Jelita kini yang selalu berusaha untuk melupakan asa sedikit tertatih menata hati untuk menanti datangnya keajaiban agar kau kembali sadar dan membuat pudar rasa kecewa yang ditinggalkan oleh kejumawaan mu.
Tuan persingkat saja jangan terlalu mengumbar rasa biar kau binasa dalam keadaan yang yang leluasa.
